LITBANG-KNPI
Wednesday, October 27, 2004
:: Hentikan Provokasi Di Masyarakat ::
Rabu , 27 Oktober 2004

PALU - Aksi yang dilakukan oleh KNPI Donggala di kantor Harian Radar Sulteng kemarin mendapat kecaman dari berbagai kalangan. Tadi malam redaksi menerima surat dukungan dari Yayasan Tanah Merdeka (YTM), Laskar Mahasiswa Sulawesi Tengah (LMST), Yayasan pendidikan Rakyat (YPR) dan Komite Pimpinan Kota Partai Rakyat Demokratik (KPK -PRD Kota Palu)...


Hentikan Provokasi Di Masyarakat
Rabu , 27 Oktober 2004

PALU - Aksi yang dilakukan oleh KNPI Donggala di kantor Harian Radar Sulteng kemarin mendapat kecaman dari berbagai kalangan. Tadi malam redaksi menerima surat dukungan dari Yayasan Tanah Merdeka (YTM), Laskar Mahasiswa Sulawesi Tengah (LMST), Yayasan pendidikan Rakyat (YPR) dan Komite Pimpinan Kota Partai Rakyat Demokratik (KPK -PRD Kota Palu).

Dukungan Yayasan Tanah Merdeka (YTM) dalam bentuk siaran persnya memandang bahwa pemberitaan harian koran ini tentang dugaan korupsi di DPRD Donggala, masih sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik. ''Prinsip keberimbangan pemberitaan (cover Both side) sangat jelas terlihat dalam pemberitaan-pemberitaan harian Radar Sulteng khususnya dalam pemberitaan soal kasus tersebut,'' tulis YTM.

Sementara Laskar Mahasiswa Sulawesi Tengah (LMST), dalam salah satu poin pernyataan sikapnya mengharapkan Ridwan Cs untuk menghentikan provokasi di masyarakat. LMST menyayangkan Ridwan yang bersikap dualisme, disatu sisi menyatakan siap diperiksa, disisi lain mencoba bermain dibawah tanah dengan melakukan mobilisasi kekuatan massa untuk mempresur pihak Kejati Sulteng.

Direktur Operasional YTM Moh Hamid SAg menilai, aksi protes yang dilakukan oleh KNPI Donggala ke Kantor Harian Radar Sulteng merupakan bentuk lain dari intimidasi dan teror terhadap media massa. Cara semacam ini menurutnya, merupakan ancaman bagi kebebasan pers dan masa depan demokrasi. Karena itu bagi yang merasa dirugikan dengan pemberitaan pers hendaknya menggunakan mekanisme dan prosedur baku yakni menggunakan hak jawab dan pengaduan kepihak berwajib.

Hamdin mensinyalir, demo yang dilakukan ada kecenderungan untuk mengalihkan isu dugaan korupsi DPRD Donggala dengan melakukan kriminalisasi kepada pihak lain yang melakukan pengawasan sosial terhadap lembaga publik (DPRD Donggala). Praktik semacam ini menurutnya, sebagai bagian dari politik kotor yang bermaksud untuk menghalang-halangi usaha menegakan pemerintah yang bersih.
Untuk itu, pihaknya menyerukan kepada semua elemen masyarakat, Buruh petani, Mahasiswa dan Ornop untuk bersama-sama memberikan dukungan terhadap Harian Radar Sulteng. Hal senada juga disampaikan Laskar Mahasiswa Sulawesi Tengah (LMST). Siaran pers yang ditandatangani juru bicara LMST Andi
Ariel Pattalau, sangat menyayangkan sikap yang tunjukan oleh KNPI Kabupaten Donggala dengan meminta Kejati agar menghentikan penyidikan kasus dugaan korupsi. Untuk itu, LMST mengajak OKP dan LSM yang selama ini concern mengkampanyekan pemerintahan yang bersih, untuk merapatkan barisan dan terus melakukan kampanye anti politisi busuk yang disinyalir banyak berkeliaran dan menduduki berbagai jabatan strategis baik di legislatif maupun di eksekutif.

Yayasan pendidikan Rakyat (YPR) dan Komite Pimpinan Kota Partai Rakyat Demokratik (KPK -PRD Kota Palu) dalam siaran persnya juga menyayangkan sikap Status Quo yang ditunjukan KNPI Donggala. Sikap itu adalah kontra produktif dan langkah mundur dari
sebuah organisasi pemuda yang mengklaim diri sebagai organisai besar dan telah tampil dengan paradigma baru.

Kedua lembaga ini mengajak berbagai elemen yang pro perubahan untuk bersama-sama mengecam sikap KNPI Donggala yang tidak memberikan pendidikan politik yang baik terhadap masyarakat terutama masyarakat Kabupaten Donggala. Sebab, kalau hal ini dibiarkan akan membahayakan proses transisi demokrasi yang sedang berlangsung di negeri ini.

Pihaknya menganggap KNPI Donggala sebagai musuh bersama yang patut dan wajib diperangi secara bersama-sama pula. Wakil Ketua Pemuda Pancasila Sulteng Yunan Lampasio juga ikut mengutuk KNPI Donggala. Kepada Radar Sulteng Yunan yang juga anggota Majelis Pertimbangan Pemuda (MPP) KNPI Sulteng itu mengatakan, mestinya KNPI Donggala tidak bertindak gegabah Pasalnya konteks kasus tersebut bukan delik aduan.

Ia mengatakan, biarlah proses hukum yang sedang berjalan, bahkan jaksa maupun pemberitaan media massa masih mendudukan masalah ini pada azas praduga tak bersalah. Mestinya kalau KNPI Donggala mengaku respek dengan kasus yang menimpa anggota dewan yang terhormat itu, KNPI bisa menyediakan lawyer atau penasehat hukum, bukan malah melakukan tindakan yang kontraproduktif. ''Sebagai aktifis pemuda saya sangat menyesalkan tindakan adik-adik saya itu. tindakannya itu menandakan bahwa mereka tidak paham dengan proses hukum yang sedang berjalan,'' kesalnya.

Bahkan ia mengatakan dengan aksi demonstrasi yang mereka lakukan itu mengindikasikan bahwa mereka paham soal dugaan korupsi yang melibatkan beberapa anggota DPRD Donggala itu. Dengan demikian maka Kejaksaan dapat memanggil KNPI Donggala sebagai saksi.(cr3/yar)
posted by MANIFESTO POLITIK PEMUDA @ Wednesday, October 27, 2004  

Links to this post:

<\$BlogItemBacklinkCreate\$>

292 Comments:
Post a Comment
<< Home
 
LITBANG DPD KNPI SULAWESI TENGAH Lembaga penelitian dan pengembangan. Memiliki struktur otonom dalam kepengurusan DPD KNPI Sulteng. Lembaga yang dilaunching pada hari jadi KNPI ke 33 ini merupakan amanat dari musyawarah daerah DPD KNPI Sulteng. email : litbang.knpi@yahoo.co.id
About Me

Name: MANIFESTO POLITIK PEMUDA
Home: Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia
About Me:
See my complete profile
Previous Post
Archives
Shoutbox

Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x

Links
Kampanye



Photobucket - Video and Image Hosting

></br>
</b></p></td>
                      </tr>
                      <tr>
                        
<td class=Kategori

Powered by



Free Blogger Templates

BLOGGER