LITBANG-KNPI
Saturday, October 16, 2004
:: Kusno Dianggap 'Berbahaya' ::
Track Record Buruknya Membahayakan KNPI

PALU - Keputusan Ketua DPD KNPI Sulteng Hj Nourmawati Dewi Bantilan dan Sekretaris KNPI Fadel, yang mengeluarkan surat keputusan (SK) pembentukan DPD KNPI Touna, mengundang reaksi keras dari semua pengurus DPD KNPI Sulteng. Keputusan Nourmawati dan Fadel yang sekaligus menunjuk Kusno sebagai Ketua DPD KNPI Touna, menurut pengurus KNPI dianggap tidak sesuai dengan prosedur .

Sabtu , 16 Oktober 2004
Kusno Dianggap 'Berbahaya'
Track Record Buruknya Membahayakan KNPI

PALU - Keputusan Ketua DPD KNPI Sulteng Hj Nourmawati Dewi Bantilan dan Sekretaris KNPI Fadel, yang mengeluarkan surat keputusan (SK) pembentukan DPD KNPI Touna, mengundang reaksi keras dari semua pengurus DPD KNPI Sulteng. Keputusan Nourmawati dan Fadel yang sekaligus menunjuk Kusno sebagai Ketua DPD KNPI Touna, menurut pengurus KNPI dianggap tidak sesuai dengan prosedur .

Kamis (14/10) kemarin saja, saat rapat pleno diperluas DPD KNPI Sulteng di ruang Rapat KONI Sulteng, masalah KNPI Touna menjadi salah satu topik pembahasan. Bahkan, kontroversi SK pengangkatan Kusno menjadi ketua KNPI Touna dibahas alot dalam rapat pleno tersebut. Tiga pengurus inti KNPI, misalnya Abdul Azis (wakil ketua), serta pengurus lainnya seperti Jhon Deker dan Erman Likuana, mempertanyakan kepada Sekretaris KNPI Fadel tentang proses pengeluaran SK KNPI Touna itu.

''Kami meminta kepada Fadel untuk menjelaskan masalah ini karena dianggap keputusan yang diambil Wati dan Fadel itu, tidak pernah di musyawarahkan, sedangkan hasil kesepakatan rapat pleno yang dilaksanakan sebanyak 2 kali memutuskan untuk memending dulu SK DPD Touna,'' tegas Jhon Deker yang juga Ketua FKAD.

Sekretaris DPD KNPI Sulteng Fadel yang turut hadir dalam rapat pleno sore itu, tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun. Bungkamnya Fadel itu mengisyaratkan bahwa keluarnya SK tersebut sangat sarat dengan kepentingan. Menurut Jhon, dipendingnya masalah DPD Touna, itu sambil menunggu fatwa dari DPP KNPI.

Sementara itu, salah seorang tokoh muda Touna yang juga masuk dalam panitia musda KNPI, Samsurijal Labatjo dengan tegas menolak SK DPD KNPI Touna yang dikeluarkan oleh Wati dan Fadel. Ijal, begitu sapaannya, mengkuatirkan diangkatnya Kusno sebagai ketua KNPI akan bisa menimbulkan masalah. Masalah yang dimaksud adalah akan terjadinya gontok-gontokkan antara KNPI Touna dan birokrasi karena ketidakcocokan Kusno dengan birokrasi.

''Kami masyarakat Touna menginginkan pemerintahan di Touna berjalan dengan lancar dan kami tidak ingin ada masalah di Touna hanya karena masalah tersebut,'' ujar Ijal yang hadir di rapat pleno diperluas itu sebagai salah satu panitia musyawarah daerah (Musda) DPD KNPI Sulteng. Pernyataan keras Ijal itu didukung oleh sejumlah pengurus KNPI Sulteng, yang menyayangkan dikeluarkannya SK tanpa pleno itu.

Kekuatiran Ijal itu, cukup beralasan. Pasalnya, Kusno memiliki track record buruk di Kabupaten Touna. Kusno adalah mantan camat di wilayah Touna yang bulan lalu dicopot dari jabatannya karena kasus perselingkuhan, dan sekarang ini hubungannya dengan birokrasi sedang tidak akur. ''Kami menginginkan orang yang jadi ketua KNPI Touna adalah orang yang bisa sinergi dengan pemerintah,'' kata Ijal yang ditemui usai pleno KNPI.

Hubungan tidak harmonis antara Kusno dengan Pemkab Touna itu pula yang dianggap 'berbahaya' bagi kelangsungan pemerintahan di daerah yang baru dimekarkan itu. ''Jika masih tetap Kusno yang direkomendasi sebagai ketua KNPI Touna, lebih baik Touna tidak memiliki KNPI, karena kami kuatir Kusno akan memanfaatkan jabatannya sebagai ketua KNPI untuk menghantam birokrasi, yah karena sakit hatinya itu!'' tegasnya.

Selain membahas masalah KNPI Touna, pleno diperluas itu juga membahas mengenai ditundanya Musda KNPI. Dalam faks yang dikirimkan Ketua DPD KNPI Sulteng Nourmawati Bantilan dari Jakarta mengungkapkan bahwa ditundanya Musda KNPI Sulteng disebabkan kesibukan Wati dalam kapasitasnya sebagai anggota DPD RI.

Mengenai masalah DPD KNPI Touna, Wati yang dikonfirmasi lewat ponselnya pekan lalu, membantah telah mengeluarkan SK yang menunjuk Kusno sebagai Ketua KNPI Touna, tanpa melalui pleno. SK KNPI Touna kata Wati, memang sudah diterbitkan dan sudah dikirim ke Ampana. ''Saya keluarkan keputusan tersebut setelah melalui rapat pleno yang telah berlangsung sebanyak 3 kali, tapi tidak menghasilkan yang kongkrit tentang permasalahan Touna,'' ujarnya. Menurutnya, SK tersebut dikeluarkan berdasarkan surat dari KNPI Poso (kabupaten induk) dengan mengacu pada PO KNPI.(abd)
posted by MANIFESTO POLITIK PEMUDA @ Saturday, October 16, 2004  

Links to this post:

<\$BlogItemBacklinkCreate\$>

0 Comments:
Post a Comment
<< Home
 
LITBANG DPD KNPI SULAWESI TENGAH Lembaga penelitian dan pengembangan. Memiliki struktur otonom dalam kepengurusan DPD KNPI Sulteng. Lembaga yang dilaunching pada hari jadi KNPI ke 33 ini merupakan amanat dari musyawarah daerah DPD KNPI Sulteng. email : litbang.knpi@yahoo.co.id
About Me

Name: MANIFESTO POLITIK PEMUDA
Home: Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia
About Me:
See my complete profile
Previous Post
Archives
Shoutbox

Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x

Links
Kampanye



Photobucket - Video and Image Hosting

></br>
</b></p></td>
                      </tr>
                      <tr>
                        
<td class=Kategori

Powered by



Free Blogger Templates

BLOGGER