LITBANG-KNPI
Tuesday, December 21, 2004
:: Musda KNPI Sulteng, Adakah Yang Baru? ::
Oleh: M. Amier Arham*

Kelahiran KNPI tiga puluh tahun yang lampu sedikit banyaknya telah memberikan sumbangsih yang berarti terhadap negara. Kader-kader KNPI sudah banyak yang sukses dalam bidangnya masing-masing, Diketemukan sebagian besar kepala daerah di Indonesia pernah "menyelam" di KNPI. Tentu ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kader-kader KNPI. Namun demikian tidak bisa dilupakan, pada masa lalu KNPI dibentuk sebagai bagian strategi Orde Baru untuk merangkul kaum muda dalam "mensukseskan" pembangunan. KNPI dijadikan sebagai wadah tunggal berhimpun bagi kaum muda, perlahan tapi pasti eksistensi KNPI jadi satu kesatuan rezimentasi kekuasaan....

Berita Opini
Selasa, 21 Desember 2004
Musda KNPI Sulteng, Adakah Yang Baru?
Oleh: M. Amier Arham*

Kelahiran KNPI tiga puluh tahun yang lampu sedikit banyaknya telah memberikan sumbangsih yang berarti terhadap negara. Kader-kader KNPI sudah banyak yang sukses dalam bidangnya masing-masing, Diketemukan sebagian besar kepala daerah di Indonesia pernah "menyelam" di KNPI. Tentu ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kader-kader KNPI. Namun demikian tidak bisa dilupakan, pada masa lalu KNPI dibentuk sebagai bagian strategi Orde Baru untuk merangkul kaum muda dalam "mensukseskan" pembangunan. KNPI dijadikan sebagai wadah tunggal berhimpun bagi kaum muda, perlahan tapi pasti eksistensi KNPI jadi satu kesatuan rezimentasi kekuasaan.

Faktanya, siapapun yang akan menjadi Ketua KNPI harus direstui (tepatnya didukung) oleh pemerintah. Jangan pernah berharap menjadi Ketua KNPI baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah bila tidak mendapatkan restu dari "pembina politik". Maka tidak heran, setiap ada suksesi KNPI di tingkat manapun kepanjangan tangan penguasa kerap hadir di arena. Artinya pemimpin yang muncul dan dihasilkan KNPI tidak jauh-jauh dari lingkaran kekuasaan, atau bahkan "titisan" atau "trah" dari sang penguasa. Meskipun pada dasarnya KNPI menjadi "kawah candradimuka" kepemimpinan anak muda Indonesia, sekaligus KNPI menjadi batu loncatan untuk memperkuat posisinya kedalam lingkaran kekuasaan. KNPI menjadi wadah yang sangat ampuh digunakan untuk mendekati pemerintah. Tetapi pada saat yang bersamaan "elang vital" kepemudaan, kritis dan progresif menjadi tumpul. Tidak jarang KNPI menjadi wakil (humas) pemerintah di bidang kepemudaan.

Menghadapi Musda KNPI Sulteng yang akan berlangsung pekan ini, hendaknya dalam menjaring calon-calon ketua lebih mengedepankan aksepabilitas. Independensi organisasi menjadi bagian yang penting untuk ditegakkan, KNPI menjadi wajah "Indonesia Mini", semua unsur OKP terakomodir secara strurktural dan kultural. Akomadasi struktural tidak terlalu mengedepankan faktor politik, akomodasi kultural senantiasa KNPI memiliki responsibility yang tinggi terhadap beberapa peristiwa yang menimpa masyarakat Palu dan Poso, pengeboman dan penembakan di rumah-rumah ibadah.

Beberapa rentetan peristiwa yang mengarah pada pergesekan konflik agama, dalam pengamatan saya selama ini, responsibiltasnya OKP-OKP dan KNPI sangat rendah. Belum lagi isu-isu nasional seperti duka pilu TKI yang bermasalah di luar negeri, dan tidak menutup kemungkinan sebagian mereka adalah warga Sulteng. Tingkat pengangguran yang makin tinggi sebagian besar didalamnya anak muda produktif, OKP dan KNPI belum (tidak) memberikan solusi alternatif. Oleh sebab itu, Musda KNPI Sulteng kali ini tidak sekedar ramai memperdebatkan kandidat-kandidat, akan tetapi "keramaian" argumentasi beberapa pokok-pokok pikiran tak kalah pentingnya.

Program-program kerja KNPI Sulteng kedepan lebih bersifat "membumi", sedapat mungkin menghindari program kerja yang bersifat normatif yang absurd untuk diimplementasikan. Masalah mendasar yang dihadapi oleh sebagian besar organisasi kepemudaan, tidak terkecuali KNPI peran dan eksistensiya hanya nampak pada saat ada suksesi. Oleh sebab itu, hendaknya dalam Musda KNPI Sulteng kali ini mencoba mencari formulsasi yang tepat (menemukan hal-hal yang baru), agar eksistensi KNPI betul-betul nyata keberadaannya dan perannya dirasakan oleh masyarakat luas.

Banyak hal yang dapat dilakukan oleh KNPI, secara ekonomi para pengurusnya sudah mapan, fasilitas yang disiapkan oleh pemerintah cukup memadai seperti Graha Pemuda. Bukan mimpi, jika suatu saat Graha Pemuda KNPI Sulteng yang ada di daerah Tondo dapat difungsikan sebagai sarana lembaga pelatihan, pendidikan dan kursus yang berorientasi profesional, dengan segmen sasarannya para mahasiswa Untad dan Unismuh yang banyak bermukim atau beraktifitas di wilayah itu. Jika program-program yang "membumi" seperti itu dilakukan oleh KNPI Sulteng kedepan, hal itu berarti sudah menjalankan program yang memiliki nilai tambah ekonomis dan turut berpartisipasi dalam meningkatkan SDM pemuda/mahasiswa sekaligus.

Selain itu, keberadaan Graha Pemuda yang hanya di huni oleh "Uka-uka" selama ini, baiknya difungsikan sebagai tempat atau disewakan membuka usaha produktif yang berkaitan dengan program kerja KNPI. Tidak menutup kemungkinan usaha produktif tersebut dijalankan sendiri oleh para pengurusnya sebagai usaha sampingan, atau memberdayakan yang "jobless" alias tidak ada aktifitas tetapnya di luar KNPI.

Jikapun hal itu masih dianggap sebagai program normatif, KNPI Sulteng kedepan hendaknya memperlihatkan responsifnya yang sangat tinggi terhadap isu-isu yang berkembang di daerah. Isu-isu konflik yang masih melekat di Sulteng ini masih sangat kental, baik konflik kultural seperti etnis dan agama, ataupun konflik struktural seperti konflik karena didasarkan perbedaan kepentingan politik daerah pemekaran. KNPI dapat menjadi mediator yang baik, memberikan sumbangsih pemikiran yang bersifat solutif.

Demikian juga semangat independensi diperkuat, yang menjadi sorotan internal MPI, secara organisastoris menghindarkan diri dari kecenderungan keberpihakan terhadap orsospol tertentu. Jika independensi ini tidak terjaga dengan baik, maka dikuatirkan adanya hubungan emosional organisatoris dengan beberapa tokoh-tokoh yang bermasalah dapat menumpulkan daya kritis KNPI. Apalagi akhir-akhir ini ditengarai banyak tokoh-tokoh politik tersandung dengan kasus-kasus penyimpangan keuangan, yang nota benenya pernah "mendalami manajemen kepemimpinan" di KNPI.

Tentu saja beberapa agenda yang penting dapat dirumuskan dalam arena Musda tersebut, akan tetapi para pemuda yang masih "merindukan" KNPI, pada intinya mengharapkan program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat banyak. Menghasilkan rekomendasi yang cerdas dan bernas dalam mendukung program pemerintahan SBY-JK dan program pemerintah daerah, serta mengapresiasi beberapa isu-isu penting yang berkaitan dengan kepentingan daerah, terutama dalam implementasi UU Otonomi Daerah yang baru.

Mendukung dan mendorong pemerintah daerah menerapkan prinsip-prinsip good coorporate governance dan menjalankan clean government, agar kasus-kasus korupsi tidak merajalela di "Bumi Tadulako". Jika peran-peran ini dijalankan dengan baik oleh KNPI, maka keberadaannya senantiasa dirindukan oleh banyak pihak, "sikap apriori" yang sayup-sayup akan lenyap ditelan zaman. Semoga!!!
posted by MANIFESTO POLITIK PEMUDA @ Tuesday, December 21, 2004  

Links to this post:

<\$BlogItemBacklinkCreate\$>

0 Comments:
Post a Comment
<< Home
 
LITBANG DPD KNPI SULAWESI TENGAH Lembaga penelitian dan pengembangan. Memiliki struktur otonom dalam kepengurusan DPD KNPI Sulteng. Lembaga yang dilaunching pada hari jadi KNPI ke 33 ini merupakan amanat dari musyawarah daerah DPD KNPI Sulteng. email : litbang.knpi@yahoo.co.id
About Me

Name: MANIFESTO POLITIK PEMUDA
Home: Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia
About Me:
See my complete profile
Previous Post
Archives
Shoutbox

Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x

Links
Kampanye



Photobucket - Video and Image Hosting

></br>
</b></p></td>
                      </tr>
                      <tr>
                        
<td class=Kategori

Powered by



Free Blogger Templates

BLOGGER